SIGMA FISIKA

SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI TEMPAT BELAJAR DAN BERBAGI ILMU PENGETAHUAN

Tuesday, May 14, 2019

TINJAUAN PUSTAKA (PENGUTIPIAN YANG BENAR)


PENDAHULUAN

Penelitian kuantitatif bermula dari teori menuju data dan berakhir pada uji hipotesa berupa penolakan dan penerimaan dari teori yang digunakan. Proses dari pengambilan teori digunakan sebagai landasan kerangka berfikir dengan tujuan penelitian mempunyai kerangka yang jelas, rasional dan tidak jauh dari tujuan yang diharapkan dengan variable‐variabel yang digunakan.

Hal yang mudah untuk sebuah penelitian kuantitatif, namun masih banyak peneliti pemula yaitu para mahasiswa/I yang menyusun skripsi/tugas akhir yang bingung harus memilih teori tepat yang akan digunakan. Sehingga banyak teori yang diambil yang dikutip pada kerangka berfikir, pada landasan teori yang intinya sama dari satu sumber dengan sumber yang lain, dan lupa untuk mengambil teori sebagai pendukung atau melengkapi teori pertama yang sudah ada dengan tujuan untuk memperkuat kajian teoritis. Lalu bagaimana seperti apa tinjauan pustaka yang harus diambil? Berapa banyak teori yang dapat dijadikan kerangka berfikir untuk memperoleh variable‐variabel yang tepat? Cara mengutip yang baik?

Dalam makalah ini akan diikhtisar dari tulisan‐tulisan yang sudah ada tentang membuat kerangka berfikir, tinjauan pustaka dan cara mengutip yang dibenarkan sehingga terhindar dari tindakan yang dikatakan sebagai plagiarisme.

KERANGKA BERFIKIR

Kerangka berfikir adalah perpaduan antara asumsi‐asumsi teoritis dan asumsi‐asumsi logika dalam menjelaskan atau memunculkan variable‐variabel yang diteliti serta bagaimana kaitan diantara variable‐variabel tersebut, ketika dihadapkan pada kepentingan untuk mengungkapkan fenomena atau masalah yang diteliti. Ada tiga kerangka berfikir yang digunakan yaitu :
1.      Kerangka teoritis
Adalah uraian yang menegaskan tentang teori apa yang dijadikan landasan serta asumsi‐asumsi teoritis yang dari teori tersebut akan digunakan untuk menjelaskan fenomena yang diteliti.
2.      Kerangka konseptual
Adalah uraian yang menjelaskan konsep‐konsep apa saja yang terkandung didalam asumsi teoritis yang akan digunakan untuk mengabstraksikan (mengistilahkan) unsur‐unsur yang terkandung di dalam fenomena yang akan diteliti dan bagaimana hubungan diantara konsep‐ konsep tersebut.
3.      Kerangka operasional


Adalah penjelasan tentang variable‐variabel apa saja yang diturunkan dari konsep‐konsep terpilih, dan bagaimana hubungan di antara variable‐variabel tersebut, serta hal‐hal apa saja yang dijadikan indicator untuk mengukur variable‐variabel yang bersangkutan.

Kerangka teoritis sampai dengan operasional saling berhubungan. Kalau digambarkan sebagai berikut :



Kerangka Teoritis
Kerangka Konseptual
Kerangka operasional
Teori 1
Teori 2
Teori 3
Teori 4
Skema Gambar hubungan teori tersebut
Variabel X:
          Indikator x

Variabel Y :
          Indikator Y
Gambar 1. Kerangka Berfikir

Dalam kerangka berfikir ini tidak harus semua teori dimasukan, hanya teori yang kuat dan relevan yang digunakan ditambahkan teori pendukung lainnya. Jadi paling banyak 4 teori yang kuat relevan dan pendukungnya, dibuatkan skema gambarnya dan diuraikan variable dan indicator‐indikator, sehingga penelitian memiliki alur yang jelas.


TINJAUAN PUSTAKA


Tinjauan pustaka , landasan teori bahasa yang digunakan untuk Bab 2 pada karya ilmiah atau penelitian harus memiliki 4 kriteria yaitu :
1.      Penjelasan secara induktif tentang variable yang diteliti.
2.      Penjelasan secara empiris dengan didukung dengan fakta‐fakta mengenai persoalan yang berkaitan dengan variabel yang diteliti.
3.      Masalah‐masalah yang sedang dihadapi terkait dengan variable yang diteliti dasar peneliti untuk melakukan penelitian.
4.      Review dari berbagai hasil studi sejenis yang dikerjakan orang lain di tempat lain.

Tinjauan pustaka ini bukan memindahkan tulisan orang lain namun memiliki peranan penting dan membantu dalam hal mengungkapkan sebagai berikut :

1.       Pengetahuan tentang penelitian yang berkaitan, memungkinkan peneliti menetapkan batas‐ batas bidang penelitiannya.
2.       Pemahaman teori dalam suatu bidang memungkin peneliti itu menetapkan masalah dalam perspektifnya.
3.       Melalui pengkajian pustaka yang relevan, para peneliti dapat mengetahui prosedur dan instrument mana yang telah terbukti berguna atau tidak.
4.       Studi yang cermat terhadap bahan pustaka yang relevan dapat menghindarkan terjadinya pengulangan studi sebelumnya secara tak sengaja.
5.       Pengkajian pustaka yang berkaitan menempatkan peneliti pada posisi yang lebih baik untuk menafsirkan arti pentingnya hasil penelitiannya sendiri.
6.       Ide‐ide tentang variable yang menyatakan penting dan tidak penting dalam bidang kajian tertentu.
7.       Informasi tentang kegiatan yang dilakukan dan dapat diterapkan secara berarti.
8.       Status kegiatan dalam hal‐hal yang berkaitan dengna kesimpulan dan hipotesis.
9.       Kebermaknaan hubungan antara variable‐variabel yang telah dipilih dalam penelitian dan keinginan untuk membuat jadwal sementara.
10.   Sebagai dasar untuk menetapkan koteks suatu masalah.
11.   Sebagai dasar untuk menetapkan tentang pentingnya suatu masalah penelitian.

Tinjauan pustaka apa saja yang dapat digunakan?. Ada dua kategori sumber pustaka yang digunakan baik tercetak maupun elektronik yaitu primary sources dan secondary sources. Primary sources adalah sumber pustaka utama yang dipertimbangkan untuk harus digunakan contohnya seperti : jurnal ilmiah, majalah ilmiah, hasil seminar dan workshop, makalah dan penelitian lainnya atau sumber pustaka utama ini terkait dengan informasi yang terbarukan atau update. Secondary sources adalah pustaka penunjang seperti buku, kamus, terbitan pemerintah, ensiklopedi atau informasi dari pustaka penunjang ini tidak terkait informasi terbarukan.

MENGUTIP YANG BENAR


Membuat kutipan dari sebuah rujukan referensi, diawali dengan membuat atau mencantumkan format rujukan. Dalam format rujukan pengarang, mencantumkan nama akhir/nama belakang/marga dan tahun (marga : tahun). Jika ada dua pengarang, formatnya dua marga pengarang tersebut diikuti tahun (2 marga : tahun). Lebih dari dua pengarang, menyebutkan nama marga pengarang pertama diikuti et.al atau dkk lalu tahun (marga…et.al: tahun). Format rujukan tanpa pengarang atau nama lembaga yaitu mencantumkan nama lembaga atau nama dokumen atau tersebut dikuti tahun. Perunjukan karya terjemahan dengan cara menyebutkan nama pengarang aslinya.

Setelah mengetahui format rujukan, selanjutnya cara menguntip yang dibenarkan. Dibedakan format kutipan yang kurang dari 40 kata atau lebih dari 40 kata.

Kutipan kurang dari 40 kata:


Kutipan yang kurang dari 40 kata, ditulis di antara tanda kutip (“..”) terpadu teks utama dalam spasi rangkap diikuti nama pengarang, tahun dan nomor halaman yang dikutip. Contoh :
Guira (1972:124) defines empathy as “ a process of comprehending in which a temporary fusion of self‐object boundaries permits an immediate emotional apprehension of the affective experience of somebody else.”
Contoh untuk dua nama pengarang :
In addition to formal reaching, theresearcher concluedes that” formal teaching does not help” (Krashen and Terrel, 1983:27).

Kutipan lebih dari 40 kata :


Ditulis tanpa tanda kutip terpisah dari teks, dimulai dari ketukan keenam dari margin kiri. Contoh : Funher, Krashen and Terrel (1983:28) explain :


The natural order hypothesis does not state that every acquirer will acquire grammatical structures in the exact same order. It states that, in general, certain structures tend to be acquired early and others to be acquired late… .
Kutipan lebih dari 40 kata dengan sebagian teks yang dihilangkan harus diikuti dengan tanda titik‐ titik sebanyak 3 kali. Contoh :
Funher, Krashen and Terrel (1983:28) explain :

The natural order hypothesis does not state that every acquirer …. It states that, in general, certain structures tend to be acquired early and others to be acquired late… .
Kutipan kurang atau lebih dari 40 kata adalah termasuk kutipan langsung, maka selain itu ada kutipan tidak langsung. Caranya dengan menggunakan bahasa penulis sendiri dengan system summary tanpa tanda kutipan, nama pengarang dan tahun terbit serta nomor halaman terpadu dalam satu paragraph. Contoh :
Brown (1987) point out the importance of this condistion in learning foregn language. He claims that foreign language learners benefit form positive attides… atau
Culture shock is one of four successive stages of acculturation (Brown, 987:129).


KESIMPULAN

Memilih tepat teori yang digunakan sebagai tinjauan pustaka memperjelas hasil penelitian yang diharapkan. Kemudian mengikuti kaidah pengutipan yang baik sesuai dengan standard yang ada berguna sebagai s alah satu hal untuk menghindari plagiarisme. Tinjauan pustakan dan mengutip yang baik salah satu kerangka penilitian yang membandingkan teori dengan data dilapangan dalam analisis penelitian sebagai langkah berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA


Sylvia Saraswati.2009. Cara Mudah Menyusun Propsal, Skripsi,Tesis, Desertasi.Yogyakarta : Ar‐Ruzz Media.

Teguh Budiharso.2009.Panduan Lengkap Penulisan Karya Ilmiah.—Cet.4.—Yogyakarta : Venus.

Share:

0 comments:

Post a Comment

About

Blogger templates